NUANSA DI AKHIR SEPTEMBER

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh😊

Bismillahirrahmanirrahim

NUANSA DI AKHIR SEPTEMBER

Aku bukan ahli telepati, yang bisa membaca pikiranmu dari kejauhan.

Aku hanya bisa mendekap bayangan tangismu dalam pelukku, saat subuh tak mampu menidurkan kegelisahanmu.

Kita seperti sepasang roda karet, yang tak harus sama untuk berjalan seimbang.

Bukankah sebelumnya? aku pernah berusaha menjadi apapun untukmu, walau harus mengambil peran sebagai badut, hanya untuk mengundang senyummu, memasuki dunia penuh keceriaan.

Akupun mengingat sepenuhnya? awal skenario, kisah picisan yang kita rancang, di mana kau dan aku, pernah menjadi korban dan tersangka.

Engkau adalah korban!” dari kurangnya rasa syukur pemilik cincin gerhana di jari manismu, sedangkan aku!” tersangka berwatak fir’aun dari wanita muslimah yang merasa memiliki semua kebenaran.

Tapi percayalah; alam raya akan menjadi saksi, dari realita sesungguhnya.

Biarkan mulut-mulut berbuih bersenandung, menyambung setiap episode, dari drama yang seharusnya telah usai.

Dan akan ku biarkan suara-suara bertakbir terus memuji kecantikan ahlakmu.

Wahai ibu dari anak-anak do’aku, lihatlah di atas sana!” sepotong pecahan bulan mulai tergantung di lintang malam, memberi isyarat untuk kita, agar berbenah dari masa lalu.

Kau hanya perlu tahu satu hal, kamu masih menjadi penghuni satu-satunya taman pikiranku.

Biarkan nuansa di akhir bulan september ini, tetap beraromakan namamu.

Jadi!” jangan pernah membuat satu soal, yang sebenarnya telah kamu tahu jawabannya.

Wahau, 26″09″2023
Amat Dodeng
#ruangrelung

Thank you for visiting our site. We were delighted to have you come to this site. I hope you enjoy this site and feel happy everytime. Don't forget to visit this site next time..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*